Jumat, 31 Mei 2013

[E-um] 10  Pekerjaan  Yang  Tak  Perlu Ijazah  Sarjana

Oleh  Marmi Panti Hidayah I Plasadana – Yahoo!@ SHE – 06/02/13

Dalam dunia kerja, masih banyak perusahaan yang mempertimbangkan latar belakang pendidikan calon karyawan. Dalam syarat penerimaan pegawai baru, sejumlah perusahaan mencantumkan syarat untuk melampirkan ijazah perguruan tinggi.

Fakta ini menggelisahkan pencari kerja, terutama yang tak berijazah. Tak heran Nick Corcodilos dari Ask The Headhunter mendapat banyak pertanyaan dari komunitasnya. Misal, seorang pencari kerja bertanya,”Saya memiliki pengalaman kerja selama 20 tahun di bidang akuntansi tapi tak memiliki gelar kesarjanaan. Bagaimana saya menulis lamaran pekerjaan kepada pemimpin perusahaan tanpa gelar yang dibutuhkan?”

Menanggapi itu, Nick Corcodilos mengatakan, untuk profesi tersebut banyak lulusan perguruan tinggi jurusan akuntansi punya pengalaman kerja. Namun pengalaman kerja selama 20 tahun dapat dengan mudah menggantikan gelar.

Oleh karena itu, suka atau tidak suka kandidat harus bersaing. Corcodilos menyarankan, tenaga kerja bisa mengambil program khusus tanpa harus kuliah di perguruan tinggi demi memperoleh gelar. Sekarang banyak “program pembelajaran jarak jauh”. Ini adalah perguruan tinggi yang akan memberikan kursus melalui internet. 

Namun ia menyarankan agar tenaga kerja memeriksa program pendidikan online secara detail sebelum mendaftar. Pastikan lembaga tersebut terakreditasi. 

Sebenarnya banyak orang bisa sukses tanpa gelar kesarjanaan. Bill Gates, pendiri Microsoft, tidak pernah lulus kuliah. Begitu pula Michael Dell atau Steve Jobs. Di luar dunia teknologi, ada Richard Branson. Tanpa ijazah perguruan tinggi, mereka memulai usaha sendiri dan kemudian sukses.

Anda tentu saja bisa mengikuti jejak mereka dengan mulai mencari ide untuk mendirikan sebuah usaha, kemudian belajar secara otodidak untuk mengembangkan perusahaan tersebut. Namun jika Anda masih ingin bekerja pada orang lain di sebuah perusahaan, berikut ini beberapa pekerjaan yang bisa Anda raih tanpa perlu gelar sarjana.

1. Jurnalis
Media massa biasanya mensyaratkan ijazah perguruan tinggi bagi semua pelamarnya. Namun jika Anda memulai sejak dini terjun sebagai wartawan di majalah sekolah, buletin kampus, atau surat kabar lokal di kota Anda, biasanya perusahaan akan memperhitungkan pengalaman Anda. Kemudian, jurnalis baru biasanya akan mendapat pelatihan di tempat kerjanya.

2. Sales/marketing
Banyak perusahaan mempekerjakan kandidat sales dengan melihat pengalaman kerja dan tidak mempertimbangkan gelar. 

3. Pengembang web 
Prospek kerja dan potensi penghasilan bagi para pengembang web (termasuk pengembang aplikasi) diperkirakan akan tumbuh lebih cepat dibandingkan pekerjaan lain.

4. Sekretaris
Sekretaris ataupun petugas administrasi melakukan tugas seperti penyusunan pesan, penjadwalan rapat, dan memberikan dukungan untuk staf kantor lainnya.

5. Asisten paralegal
Paralegal dan asisten hukum melakukan berbagai pekerjaan untuk mendukung pengacara, termasuk memelihara dan mengatur file, melakukan penelitian hukum, dan penyusunan dokumen. Gelar sarjana atau sertifikat dalam studi paralegal biasanya diperlukan untuk calon entry level.

6. Desainer 
Untuk menjadi desainer, baik itu desainer mode ataupun atau desainer artistik di media, baik web maupun media cetak, yang dibutuhkan adalah keahlian dan portofolio karya. Cukup kursus agar mengerti lebih baik tentang teknis yang lebih rumit. Dan yang lebih diutamakan: bakat.

7. Teknisi
Dalam hal ini, mekanik atau teknisi bekerja mengontrol kualitas dari sistem permesinan yang tak rumit. Misalnya, sistem pendinginan di berbagai gedung, atau mekanik pada sistem perbengkelan kendaraan.

8. Tenaga survei
Tenaga survei bekerja untuk membuat pengukuran yang tepat, melakukan survei dan pemetaan, serta mengumpulkan data.

9. Asisten eksekutif 
Asisten Eksekutif memberikan dukungan administrasi termasuk melakukan penelitian, pembuatan laporan, penanganan permintaan informasi, dan juga dapat mengatur panggilan rapat serta acara perusahaan. 

10. Agen asuransi
Agen asuransi menjual produk perlindungan kesehatan, properti, otomotif. Menjadi agen asuransi menjanjikan penghasilan yang baik dan memungkinkan pengembangan karir. 

Ada lagi yang bisa Anda tambahkan? Silakan bagi di kolom komentar di bawah ini.

Rabu, 29 Mei 2013

[H-um]  Pekerjaan  Mereka  Sebelum  jadi  Musisi  Terkenal  

Oleh  Yahoo!OMG – 10/05/13 

Banyak musisi mengawali karirnya dari bawah. Mereka bahkan sempat bekerja di bidang yang sama sekali tak ada hubungannya dengan musik. Berikut ini beberapa di antaranya.

 

Gwen Stefani dan kakaknya Eric dulu bekerja di Dairy Queen sebagai pelayan yang menyajikan es krim.

 

Vokalis band Kiss Gene Simmons tidak semenyeramkan makeupnya. Ia dulu adalah seorang guru bahasa Inggris, namun yang mengejutkan adalah setelah itu ia sempat menjadi asisten editor di majalah Vogue dan Glamour.

 

Sean "Diddy" Combs dulu bekerja di restoran El Torito sebagai tukang pel kamar mandi.

 

Jon Bon Jovi dulu adalah desainer ornamen Natal. Uang yang berhasil ia kumpulkan dari pekerjaan itu kemudian ia pakai untuk membiayai rekaman lagu pertamanya, "R2-D2, We Wish You a Merry Christmas" tahun 1980.

 

Vokalis Korn Jonathan Davis tak hanya terlihat sangar di panggung. Pekerjaan lamanya pun cukup sangar. Ia kuliah mengambil studi ilmu mortuari (studi dan pengawetan jenazah) dan begitu lulus ia bekerja sebagai pembalsem mayat.

 

Tak heran jika Kanye West memiliki selera fashion yang sering dipuji. Sebelum jadi rapper ternama, ia bekerja di toko GAP sebagai customer service.

 

Sebelum sukses dengan Nirvana, Kurt Cobain bekerja sebagai petugas kebersihan alias cleaning service di kota asalnya di Aberdeen.

 

Saat pertama kali menjejakkan kakinya di New York tahun 1970, Madonna hanya punya uang 35 dolar. Ia pun bekerja di Dunkin Donuts untuk membiayai hidupnya.

 

Tingkah laku "diva" rupanya sudah dimiliki Mariah Carey sejak dulu. Sebelum terkenal, ia bekerja sebagai petugas di penitipan mantel dan jaket, namun ia dipecat dengan alasan perilaku buruk.

 

Apa kesamaan yang dimiliki Macy Gray, Faith Hill, Pink, dan Shania Twain? Mereka semua pernah bekerja di McDonalds.

 

Di usia 15, Queen Latifah bekerja di Burger King selama tiga tahun sebelum akhirnya mencoba menjadi seniman beat box dan akhirnya jadi rapper.

 

Jika Rod Stewart bukan penyanyi terkenal, mungkin ia akan jadi atlet terkenal. Ia sempat hampir menjajaki karir sebagai pesepakbola di klub Brentford.

 

Senin, 27 Mei 2013

[S-um] Kapan  Saya  Perlu Utang ?   

Oleh  Taufik Gumulya | kompas.com – 13/12/11

KOMPAS.com - "Pinjaman tunai tanpa jaminan hingga Rp 200 juta proses cepat, hubungi 081… …" demikian pesan singkat yang tertulis pada telepon genggam, sepintas pesan tersebut menarik, tapi sesungguhnya kita wajib hati-hati karena pinjaman adalah identik dengan utang maka sudah pasti utang tersebut haruslah dapat dikembalikan berikut dengan bunganya, ya berikut dengan bunganya dan sesuai dengan jangka waktu yang disepakatinya.

Lalu pertanyaan berikut adalah apakah utang tidak boleh saya ambil seumur hidup? Mana yang lebih baik kita berutang atau tunai alias cash? Lalu bagaimana jika kita berada dalam kondisi terdesak jeratan utang? Jika pada akhirnya kita memutuskan untuk berutang dan atau menambah utang bagaimana kirannya waktu yang paling tepat untuk di ambil?

Nah untuk menjawabnya marilah kita sepakati dulu bahwa konsep utang adalah pinjam meminjam, dengan demikian karena bersifat pinjaman maka sudah menjadi kewajiban bagi penerima pinjaman (debitur) untuk mengembalikan kepada pemberi pinjaman (kreditur) dan tentunya pengembalian tersebut harus sesuai dengan kesepakatan debitur dan kreditur.

Biasanya dalam kesepakatan tersebut ada faktor yang melekat didalamnya yaitu jangka waktu dan imbal hasil atau bunga utang. Utang sangat berbeda dengan investasi, dalam investasi kewajiban untuk memberikan imbal hasil investasi dapat naik atau turun dari ekspektasi sedang utang pada umumnya memiliki imbal hasil (bunga) yang tetap dalam kondisi apapun.

Jangan mengambil utang baru dengan suku bunga lebih besar serta jangka waktu yang lebih singkat dari utang yang lama

Dengan demikian utang memiliki konsep yang sangat ketat (mengembalikan dalam kondisi apapun) maka sudah menjadi kewajiban bahwa pengambilan utang haruslah memenuhi kaidah kerja produktif, konstruktif bukan konsumtif.
Jadi bagi calon debitur, jika ingin mengambil utang maka pertimbangkanlah masak-masak beberapa faktor berikut ini:

Penggunaan dana utang, ya pertimbangkan secara masak alokasi dana pinjaman tersebut, ada 3 (tiga) kemungkinan alokasi penggunaan dana pinjaman yakni:
1. Penggunaan produktif yaitu utang untuk modal investasi atau modal kerja;
2. Penggunaan konsumtif yaitu utang untuk membeli barang-barang yang dipakai tanpa ada aktifitas produktif dari barang tersebut;
3. Penggunaan konstruktif yaitu utang dipakai untuk membayar utang lama yang memiliki tingkat bunga dan cicilan yang tinggi dari utang yang baru, dalam hal ini debitur melakukan restrukturisasi yang bersifat konstruktif atas kewajiban pembayaran utang yang sedang berjalan.

Kemampuan bayar cicilan yakni besarnya tidak melebihi dari 35 persen dari penghasilan setiap bulannya, ini berarti sangat erat kaitannya dengan:
1. Jangka waktu pinjaman serta uang muka yang dibayar (jika ada);
2. Suku bunga utang.
Manajemen resiko atas utang tersebut, yakni jika debitur meninggal dunia maka utang tersebut harus sudah dilindungi dengan asuransi jiwa dengan uang pertanggungan minimal sama dengan jumlah utang tersebut.

Singkat kata calon debitur yang akan berhutang harus memperhatikan penggunaan dana dan kemampuan bayar, jika tidak pasti akan terjerumus dalam lubang utang yang lebih besar. Kedua hal tersebut haruslah dilakukan secara bersamaan bahkan sebelum utang diambil.

Namun adakalanya kita dalam posisi terdesak untuk membayar utang, misalkan kita dalam tekanan pihak debt collector dan kita menyadari bahwa faktor diatas tidak dapat kita penuhi, namun utang baru meskipun bunga lebih tinggi harus tetap harus diambil, pada posisi ini maka saran kami adalah TIDAK MENGAMBIL utang yang baru, namun bicarakan dengan pihak Bank untuk mendapatkan keringanan.

Jika pembicaraan dengan pihak Bank tidak menemukan hasil yang memuaskan maka alangkah baiknya sebagai langkah terakhir anda mulai mencari perlidungan secara hukum dengan cara menghubungi konsultan hukum. Karena sebesar apapun utang dapat dipailitkan secara hukum. Konsekuensi jika dipailitkan adalah anda tidak bisa untuk mengambil utang baru melalui bank selama minimal dalam 3 (tiga) tahun, hal ini disebabkan status utang anda di Bank Indonesia adalah menjadi 5 (lima) alias dalam kondisi macet total (pailit).

Dengan demikian dalam kondisi terdesak:  "Jangan mengambil utang baru dengan suku bunga lebih besar serta jangka waktu yang lebih singkat dari utang yang lama (dengan alasan apapun!), hal ini dapat tercermin dengan besarnya cicilan utang baru melebihi cicilan utang yang lama."

Demikian pembaca yang bijak, hal diatas menjadi acuan utama jika kita akan mengambil utang baik dalam kondisi normal maupun dalam kondisi terjepit atau terdesak.
Perlu diketahui apabila kita menggunakan utang untuk penggunaan produktif, maka utang tersebut sangat berpotensi untuk mempercepat pertumbuhan aset kita, dalam hal ini utang berfungsi sebagai pengungkit (leverage) dan akan berimbas pada pertumbuhan aset secara signifikan.

Jadi mana yang lebih baik kita menggunakan dana tunai atau dengan berutang?, jawabannya adalah jika utang tersebut kita yakini merupakan utang yang produktif maka silahkan anda berutang, namun uang tunai atau cash tersebut kita wajib dialokasikan pada instrumen investasi yang aman misalkan reksa dana pendapatan tetap atau dapat dikombinasikan dengan emas. Fungsi alokasi investasi ini adalah selain untuk lindung nilai juga berfungsi sebagai pengurang beban utang secara akumulasi.

Demikian pembaca anda tidak perlu takut untuk berutang asalkan penggunaan utang adalah secara produktif dengan syarat anda benar-benar menghitung penggunaan dana dan kemampuan bayar anda secara matang. 

Jumat, 24 Mei 2013

[E-um] Kantor  Ber-AC  Memang  Enak,  Tapi  Risikonya  Kulit  Kering  Dan  Mudah  Pilek

Oleh  Erninta Afryani Sinulingga | detikHealth – 27/03/13

Jakarta, Bekerja di tempat ber-AC tentu menyenangkan, apalagi di negara tropis seperti Indonesia yang cenderung panas. Di sisi lain, bekerja di tempat yang dilengkapi AC ternyata memiliki konsekuensi negatif bagi kesehatan, yaitu kulit jadi kering dan mudah pilek.

"Ruang ber-AC yang sedang nyala sebenarnya hampir sekering padang pasir. Ini terjadi karena AC biasanya menarik kelembaban dari suatu ruangan. Dengan demikian, AC mengurangi kelembaban kulit dan menyebabkan kulit terasa kering dan teregang. Hal ini sangat terasa bagi mereka yang memiliki kulit kering," kata dr Phaidon L. Toruan praktisi hidup sehat kepada detikHealth seperti ditulis Rabu (27/3/2013).

Kondisi kulit kering ini makin memburuk ketika keluar dari ruang ber-AC yang kering ke kondisi yang lingkungan yang panas. Pergeseran tiba-tiba dari suasana yang ekstrim ini menyebabkan tubuh mengalami stress. Belum lagi polusi, perubahan cuaca, dan kebiasaan makanan seperti gula yang memudahkan terjadinya kulit keriput.

Tak hanya kulit kering, ruangan ber-AC juga bisa membuat rentan tertular pilek atau flu. Walau penyakit ini tidak secara langsung disebabkan oleh AC, faktanya tubuh bisa terserang flu apabila sistem kekebalannya berkurang. Salah satunya karena kondisi tubuh yang berada dalam lingkungan ber-AC.

"AC tidak menyebabkan flu, tapi memudahkan kondisi terjadinya flu karena cenderung mengeringkan membran mukosa di tenggorokan dan mulut yang membuatnya lebih mudah terserang virus. Selain itu, AC yang kotor juga merangsang terjadinya reaksi alergi yang menyebabkan bersin dan pilek," terang dr Phaidon.

Lebih lanjut lagi, dr Phaidon menegaskan bahwa ruangan ber-AC memang meningkatkan risiko terkena pilek. Penyebabnya karena suasana yang dingin menyebabkan sirkulasi darah melambat. Akibatnya, sel darah putih jadi lebih lambat bersirkulasi. Apabila ditambah kebiasaan makan yang buruk, sistem imun akan menurun sehingga rentan pilek.

Untuk terhindar dari efek buruk AC, dr Phaidon memberikan beberapa tips yaitu:
- Kurangi paparan AC sedapat mungkin saat berada di luar kantor. Nyalakan AC hanya pada saat cuaca panas.
- Batasi penggunaan sabun dan air di area kulit yang mudah kering.
- Gunakan lotion yang kaya akan pelembab pada wajah, leher atau area tubuh yang dianggap penting. Lotion bersifat 'waterbase' dan menambah kelembaban kulit.
- Selalu jaga kebersihan AC sehingga risiko alergi berkurang
- Apabila ada kawan yang menderita flu, sebaiknya tutup hidup agar virus tidak ikut bersirkulasi. Akan lebih baik kalau dia beristirahat
- Konsumsi nutrisi yang membantu sistem kekebalan tubuh, seperti vitamin C, baik dalam bentuk buah atau suplememen.

Rabu, 22 Mei 2013

[H-um]  Jokowi  Girang  Dapat  Bass  Dari  Personel  Metallica 

Oleh  Ray Jordan | detikHot – 01/05/13 

Jakarta - Bukan berita baru lagi bahwa sosok Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) merupakan pecinta musik rock. Hati Jokowi pun kini berbunga-bunga karena baru saja mendapat kado spesial dari band idolanya, Metallica. Apa kadonya?

Kado tersebut adalah sebuah bass milik bassis Metallica, Robert Trujillo. Kado itu bikin Jokowi kegirangan bukan main.

Lalu, bagaimana ceritanya kado itu bisa sampai ke tangan Jokowi? Ceritanya berawal dari seorang promotor, Jonathan Liu yang berkunjung ke Amerika Serikat dan bertemu dengan Trujillo. Tak hanya mengajak manggung di Indonesia, Jonathan bilang pada Trujillo bahwa Gubernur Jakarta merupakan penggemar Metallica.

Trujillo pun langsung menitipkan gitar bass-nya ke Jonathan untuk diberikan pada Jokowi.

"Saya dikirimin gitar bass-nya Trujillo, lengkap dengan tanda tangan dan ada CD-nya. Gitarnya bagus banget. Agak berat, warnanya cokelat. Saya senang sekali," ungkapnya saat berbincang dengan wartawan di kawasan Sunter, Rabu (1/4/2013).

"Besok saya tunjukin deh. Pokoknya gitarnya bagus," tambahnya dengan nada riang.

Sedangkan untuk rencana konsernya sendiri, Jokowi sangat antusias. Ia pun berharap salah satu legenda hidup itu bisa benar-benar tampil di Jakarta.

"Mudah-mudahan ini jadi. Bakal seru. Tapi ada yang saya takutkan, cuma satu, saya takut rusuh. Mudah-mudahan tidak terjadi rusuh lagi seperti waktu Metallica ke Indonesia yang di Lebak Bulus dulu," harapnya.

Senin, 20 Mei 2013

[S-um] Bagaimana Menghitung Bunga  Kartu Kredit ?  

Oleh  Taufik Gumulya | kompas.com – 19/04/13

KOMPAS.com  - Uang plastik alias kartu kredit saat ini oleh sebagian orang dianggap sebagai sumber masalah.  Banyak dari pemegang kartu kredit hanya mengerti bagaimana menggunakan kartu kredit namun sebaliknya yang bersangkutan tidak memahami bagaimana perhitungan dari bunga kartu kredit itu sendiri. Akibatnya pada saat melakukan pembayaran tagihan kartu kredit hanya melakukan pembayaran secara minimum saja bukan melakukannya dengan pembayaran maksimum atau dikenal dengan istilah full payment.

Mengapa demikian? Ya, karena edukasi mengenai bagaimana mengetahui metode perhitungan bunga kartu kredit tidak diberikan oleh pihak penerbit secara transparan, yang ada bank Issuer (bank penerbit kartu kredit) hanya mencantumkan besar bunga yang di kenakan setiap bulannya.

Dalam lembar tagihan hanya ada penulisan besarnya angka bunga perbulan, jumlah besar nilai bunga (jika melakukan pembayaran tidak penuh di bulan yang lampau), jumlah dan tanggal transaksi, namun tidak ada penjelasan tertulis cara perhitungan bunganya dengan formula yang berlaku tentunya, padahal menurut kami ini menjadi edukasi yang penting bagi pemegang kartu agar tidak melakukan pembayaran minimal.

Secara objektif jika ini dilakukan maka potensi pendapatan bank penerbit dari bunga pun menjadi menurun.

Pemegang kartu pun hanya dapat mengetahui jika pemegang kartu meminta secara resmi metode perhitungan bunga kartu kredit kepada card center bank penerbit, dan ternyata berdasarkan pengalaman dari beberapa kasus ternyata hampir semua bank penerbit hanya menjelaskan secara lisan, penjelasannya pun hanya bersifat garis besar tidak dapat secara rinci atau detail dan umunya petugas yang bersangkutan dengan bermacam alasan keberatan untuk menuliskan metode perhitungan bunga kartu kredit itu sendiri apalagi untuk mencetak formulasi bunga tersebut!

Nah untuk menghindari masalah keuangan alangkah bijaknya kita dapat mengetahui lebih dalam berapa besar dana yang dapat dipakai dari kartu kredit tersebut apakah sebesar maksimal baki atau limit kredit ataukah dibawah dari baki kredit tersebut? Untuk lebih memahami maka silahkan memperhatikan contoh kasus berikut ini:

Seorang memiliki kartu kredit dengan limit pemakaian Rp 20 juta, gaji perbulan sebesar Rp 5 juta. Dalam keadaan darurat (jika amat sangat terpaksa) jumlah pemakaian maksimal kartu kredit yang dapat dilakukan adalah hanya sebesar Rp 15 juta, meskipun baki kredit yang diberikan adalah sebesar Rp 20 juta mengapa demikian?  Karena dengan kondisi minimum pembayaran 10 persen pinjaman, yaitu Rp 1.500.000  (ini adalah 30 persen dari gaji).

Namun kami SANGAT TIDAK menyarankan untuk melakukan kredit melalui kartu kredit karena bunga nya sangat tinggi meskipun Bank Indonesia sejak awal 2013 telah melakukan pembatasan bunga kartu kredit, namun secara fakta bunga tersebut masih saja tinggi.

Lebih dalam lagi jika kita bedah kasus diatas, jika ternyata pembayaran dilakukan dengan mencicil (tidak penuh), dalam hal pembayaran tidak penuh maka wajib diketahui bahwa biaya yang dikeluarkan adalah sangat mahal, kelebihan uang yang diberikan pada bank sangat besar (ini disebabkan bunga kartu kredit) yang masih tinggi, marilah kita hitung:
Misalkan transaksi dilakukan pada tgl. 1 sebesar Rp 15 juta, pembayaran (minimum) dilakukan tgl. 21 sebesar Rp 1,5 juta sedang bunga kartu kredit adalah 2,950 persen perbulan (peraturan baru dari Bank Indonesia), maka jika bunga disetahunkan menjadi 35,4 persen. Percayakah anda? Jika tagihan tersebut dibayar secara minimum 10 persen, dalam kenyataannya bunga yang anda bayar diatas 35,4 persen pertahun!

Berikut perhitungannya (asumsi tidak ada transaksi tambahan pada kasus diatas):
Bulan pertama penagihan:

Pembayaran atas tagihan adalah minimal 10 persen dari total transaksi Rp 15 juta = Rp 1,5 juta

Bulan kedua penagihan:

Metode perhitungan bunga kartu kredit yang lazim digunakan di Indonesia:

Saldo rata-rata terakhir: [(Rp15 juta X 20 hari)+[(Rp15juta–Rp1,5juta) X 10 hari]] / 30 hari X 2,95 persen = Rp 427.750

Jika jumlah tersebut dibagi dengan sisa pokok utang bulan lalu Rp 13,5 juta, maka besarnya bunga adalah sebesar 3,17 persen perbulan, jika disetahunkan = 38,02 persen pertahun (diatas 35,4 persen pertahun).

Ada juga bank yang menggunakan perhitungan bunga dari tanggal transaksi yang dilakukan, maka perhitungannya adalah sebagai berikut:

Rp 15 juta X 2,95 persen = Rp 442.500

Jika jumlah tersebut dibagi dengan sisa pokok utang bulan lalu Rp 13,5 juta, maka besarnya bunga adalah sebesar 3,27 persen perbulan, jika disetahunkan = 39,33 persen pertahun (diatas 35,4 persen pertahun).

Selain itu patut untuk dicermati adalah biaya keterlambatan (jika lewat dari tanggal jatuh tempo) dan biaya overlimit (jika total tagihan melebihi saldo yang diberikan).
Demikian pembaca yang bijak setelah anda memahami perhitungan tersebut, masihkah anda melakukan pembayaran dengan minimum payment?

Saran kami adalah tidak melakukannya. Untuk memastikan bahwa pembayaran akan dilakukan dengan penuh adalah pastikan bahwa transaksi yang dilakukan tidak melebihi dari 40 persen dari gaji anda. Atau jika merasa terlalu sedikit, anda dapat melakukan cicilan tetap tanpa bunga atas tagihan kartu kredit anda dengan catatan besar cicilan maksimal adalah 30 persen dari gaji anda.

Jumat, 17 Mei 2013

[E-um]  Manajer Level Menengah Paling Stres Di Tempat Kerja 

Oleh  fan | jpnn.com – 04/04/13 

MANAJER level menengah berpotensi mengalami stres paling tinggi dibandingkan dengan-bos mereka atau dibandingkan dengan bawahannya.

Hasil penelitian terbaru yang dilakukan para periset dari Universitas Manchester dan Universitas Liverpool menemukan bahwa mereka yang berada dalam hirarki tengah di sebuah perusahaan, menderita stress yang paling hebat akibat konflik sosial.

Seperti yang dilansir laman The Indian Express, Rabu ( 3/4 ), Katie Edwards dari Liverpool Institut Biologi Integrative menghabiskan hampir 600 jam menonton perilaku kera betina Barbary di Trentham Monkey Forest di Staffordshire.

"Apa yang kami temukan adalah bahwa monyet yang berada di hirarki menengah terlibat konflik dengan monyet yang berada satu hirarki di atas maupun di bawahnya. Sedangkan moneyt yang bearda di hirarki terbawah cenderu ng menjauhkan diri dari konflik," kata Dr Susanne Shultz, peneliti dari Royal Society University di University of Manchester .

Edwards mengatakan hasil penelitian ini juga bisa diterapkan pada perilaku manusia.

"Orang yang bekerja di manajemen menengah mungkin memiliki tingkat stres yang lebih tinggi  dengan bos mereka atau bawahan mereka," katanya. (fan/jpnn)

Rabu, 15 Mei 2013

[H-um] 5  Mantan  Personel  yang  Sukses  Bentuk  Band  Baru 

Oleh  Fakhmi Kurniawan | detikHot – 05/03/13

Jakarta - Pergantian personel dalam sebuah band sudah menjadi kejadian yang biasa. Namun, terlihat tak biasa saat personel yang keluar justru menjadi 'saingan' band lamanya.


1. The Titans

Sosok Andhika (keyboard) dan Indra (bass) menjadi tokoh sentral terbentuknya The Titans pada 2006 lalu. Bagaimana tidak, kedua sosok tersebut menjadi pendiri dari The Titans (foto).


Uniknya, keduanya membentuk The Titans setelah dipecat dari band yang membesarkan namanya Peterpan pada 2005 lalu. Keluarnya Andhika dan Indra pun menjadi alasan Peterpan berganti nama menjadi NOAH.

Kini, bersama  Rizki Abdurahman (vokal), Sonny Krisna Yudha (gitar) dan Tomtom (drum), mereka bisa bertahan di belantika musik Indonesia. Mereka pun telah merilis empat album.

2. Setia Band

Secara mengejutkan Charly van Houten memutuskan untuk meninggalkan band yang telah membesarkan namanya ST 12 pada 2011. Tak hanya Charly, sang gitaris, Pepeng pun memutuskan keluar.

Keduanya pun resmi membuat Setia Band yang mau tak mau menjadi penaing ST 12 di belantika musik Indonesia. Hingga kini, Setia Band pun telah menelurkan sebuah album bertajuk 'Satu Hati'.

3. Alexa

Alexa dibentuk pertama kali oleh Satrio yang merupakan mantan gitaris dari Maliq n D'Essentials pada 2008. Satrio menggaet beberapa musisi lainnya seperti Aqi mantan vokalis Tiket.

Selain Aqi, Fajar Arifan (drummer), Rizki (gitaris) dan JMono (bassist) masuk dalam list personel Alexa. Dalam formasi tersebut mereka pun sudah menelurkan tiga album.

Namun, Rizki dan JMono akhirnya memutuskan untuk keluar. Kini, Alexa pun hanya menyisakan tiga personel yaitu Aqi (vocal), Satrio (gitar) dan Fajar (drum).

4. The Dance Company

Sosok Pongky Barata begitu lekat dengan band Jikustik. Tak hanya sebagai vokalis, Pongky pun dikenal rajin menulis lagu untuk band asal Yogyakarta yang sudah berdiri sejak 1996 itu. 

Sayangnya, perjalanan Pongky hanya bertahan hingga 2008. Setelah keluar, ia pun langsung membentuk The Dance Company yang beranggotakan Ario Wahab (vokal), Baim (vokal, gitar) dan Nugie (drum). The Dance Company sendiri kini telah menelurkan dua album.

5. J-Rock

Mungkin banyak yang tak menyangka bahwa frontman J-Rock, Iman sempat mempunyai band sebelum J-Rock. Iman pun sempat tercatat sebagai gitaris band Funky Kopral medio 2001 sampai 2003.

Hingga 2004, ia membentuk J-Rock yang ternyata juga terbentuk dari sebuah ajang pencarian bakat. Kini, mereka pun telah sukses menelurkan tiga album.

Senin, 13 Mei 2013

[S-um] Mempersiapkan  Biaya  Kesehatan  Secara  Optimal 

Oleh  Taufik Gumulya | kompas.com – 14/02/12

KOMPAS.com - Banyak diatara kita mungkin bertanya-tanya bagaimana saya dapat mempersiapkan dana kebutuhan kesehatan baik untuk berobat jalan maupun untuk rawat inap. Memang belum banyak artikel mengenai ini, biasanya anda akan langsung membeli produk asuransi jiwa yang sudah ada tambahan asuransi kesehatan didalamnya atau dikenal dengan riders.

Masih kondisi yang belum mengerti akhirnya kita setuju untuk membeli produk asuransi tambahan penyakit kritis. Tujuannya memang baik untuk melindungi jika kita terserang penyakit kritis, namun sesungguhnya kita harus lebih bijak untuk mengetahui apakah kita perlu membeli asuransi tambahan itu. Sementara biaya untuk membeli asuransi tambahan tersebut juga tidak murah.

Memang perlu diketahui khusus untuk biaya kesehatan besarnya adalah sangat bervariasi sampai saat ini masih tidak ada acuan yang jelas, sebagai contoh adalah penyakit Jantung (salah satu penyakit termahal) seseorang yang mengalami penyempitan pembuluh darah pada titik tertentu dan harus dilakukan operasi jantung dengan tujuan mengembalikan besaran dari pembuluh darah tersebut, berdasarkan data tahun 2011 yang didapat dari klien kami, biaya rata-rata untuk penyakit tersebut adalah berada pada kisaran antara Rp 5 juta hingga Rp 30 juta per harinya, biaya tersebut sudah termasuk biaya operasi jantung (kondisi standar tanpa komplikasi), ruang rawat inap (tergantung kelas), biaya kunjungan dokter, biaya obat pada saat rawat inap, biaya periksa atau kontrol kesehatah (darah, urine, dll) serta biaya peralatan kesehatan lain yang dibutuhkan diantaranya adalah oksigen, dll.

Pembaca yang bijak kisaran biaya untuk biaya kesehatan pada kasus diatas memang sangat besar, secara sederhana biaya tersebut tinggal dikalikan jumlah hari sang pasien melakukan rawat inap dirumah sakit. Nah kembali lagi berdasarkan data dari beberapa klien kami bahwa jumlah hari untuk kasus diatas berkisar antara 10 hingga 20 hari, bisa anda bayangkan berapa dana yang diperlukan? Amat besar tentunya. Lalu bagaimana dengan penyakit lain? Kanker, paru-paru dan yang lainnya? Nah sekali lagi memang ternyata belum ada acuan yang pas untuk memperkirakan biaya kesehatan.

Harus Objektif
Berdasarkan fakta tersebut maka mutlak dibutuhkan persiapan biaya kesehatan secara optimal khususnya biaya pada saat kita beada diusia produktif maupun ketika kita memasuki usia pensiun. Untuk itu marilah kita persiapkan secara objektif, dalam hal ini jangan mudah terpengaruh oleh bujuk rayu agen penjual.

Berikut adalah kiat-kiat untuk mempersiapkan biaya kesehatan:
Biaya kesehatan harus dipersiapkan jauh sebelum penyakit datang, lebih awal lebih baik! 

Siapkan sejak anda mulai bekerja. Mengapa? Karena biaya ini jika tidak terpakai secara signifikan dapat merupakan cadangan biaya kesehatan anda dengan jumlah yang cukup besar pada saat anda memasuki usia pensiun kelak di umur 55 tahun. Jadi jangan terlambat dalam hal mempersiapkan biaya kesehatan.

Berbicara biaya kesehatan pada usia kerja atau usia produktif, ada dua hal yang harus anda perhatikan, pertama anda mutlak memiliki asuransi kesehatan (melakukan transfer resiko jika terjadi sakit dan rawat inap) dan kedua anda wajib melakukan investasi kesehatan dalam bentuk reksa dana untuk persiapan menutupi kekurangan dari asuransi kesehatan jika terjadi rawat inap.

Adapun konsep dasar dalam mempersiapkan biaya kesehatan adalah:

1. Membeli asuransi kesehatan sebelum sakit, di usia yang masih muda;

2. Di usia muda, beli program asuransi kesehatan rawat inap denga premi yang paling rendah;

3. Masukan dana investasi kesehatan pada reksa dana dengan jumlah investasi yang harus meningkat setiap tahunnya, dimulai dengan angka peningkatan 10 persen pertahun.
Untuk lebih jelasnya biaya kesehatan dapat dipilah sesuai dengan usia sebagai berikut:

• Kisaran usia produktif awal - 21 hingga 30 tahun maka,
1. Pilih asuransi kesehatan rawat inap dengan premi termurah, anda tidak dianjurkan membeli perlindungan tambahan untuk asuransi penyakit kritis. Mengapa demikian?, karena asuransi penyakit kritis ini memiliki besaran premi tambahan yang tidak sedikit. Untuk kisaran usia ini kemungkinan rawat inap di rumah sakit sangat kecil, kecuali bagi mereka yang mempunyai penyakit bawaan atapun turunan dari keluarga, misalkan penyakit asma, diabetes, dll. Perlu dicatat bahwa untuk penyakit tertentu yang bersifat bawaan dari keluarga biasanya asuransi kesehatan memerlukan periode waktu tertentu untuk dapat mengcovernya, misalkan 6 bulan hingga 1 tahun sejak polis asuransi terbit;

2. Lakukan investasi untuk kesehatan yang bersifat tambahan pada reksa dana (diluar asuransi kesehatan). Berapa besarnya? Untuk usia 21 s/d 30 tahun dapat dimulai dengan Rp 150.000 hingga Rp 250.000  setiap bulannya dan lakukan peningkatan investasi sebesar 10 persen pertahunnya. Jika ini anda lakukan, dengan asumsi yield reksa dana 15 persen pertahun maka: 

a. Dalam kurun waktu 5 tahun dana berada dalam kisaran Rp 15,7 juta hingga Rp 26,2 juta
b. Dalam kurun waktu 10 tahun dana berada dalam kisaran Rp 58,6 juta hingga Rp 97,7 juta
c. Dalam kurun waktu 25 tahun dana berada dalam kisaran Rp 975,7 juta hingga Rp 1,6 milyar

3. Jika anda telah memiliki jaminan kesehatan atau asuransi kesehatan untuk rawat inap dari perusahaan maka anda tidak perlu mempersiapkan asuransi kesehatan tambahan.;

4. Pengecualian bagi yang memiliki penyakit bawaan keluarga semisal diabetes, paru-paru dsb., dapat membeli asuransi jiwa yang memiliki program terminal illness, mengenai ini silahkan baca artikel ini hingga selesai, akan dijelaskan nanti.

• Kisaran usia produktif 31 hingga 40 tahun,
1. Anda tetap disarankan untuk melanjutkan program asuransi kesehatan yang telah ada dengan proteksi rawat inap sedikit lebih mahal, mengapa? Karena pada kisaran ini peluang anda sakit dan dirawat di rumah sakit adalah lebih besar jika dibandingkan dengan periode usia sebelumnya.

2. Besar investasi untuk kesehatan pada reksa dana berada dalam kisaran Rp 400.000 hingga Rp 650.000 setiap bulannya. Peningkatan investasi tetap sebesar 10 persen setiap tahun, dengan demikian:

a. Dalam kurun waktu 5 tahun pertumbuhan dana akan bertambah berada dalam kisaran Rp 42 juta hingga Rp 68,3 juta;

b. Dalam kurun waktu 10 tahun maka pertumbuhan dana terus bertambah berada dalam kisaran Rp 156 juta hingga Rp 254 juta;

3. Jika anda telah memiliki jaminan kesehatan dari perusahaan, maka anda tetap tidak disarankan untuk membeli asuransi kesehatan tambahan;

4. Yang anda perlukan hanyalah penambahan investasi kesehatan pada reksa dana (jika keuangan memungkinkan tentunya);

5. Namun bagi yang memiliki penyakit bawaan anda tetap dianjurkan untuk menjalankan sesuai dengan pengecualian butir 4 (kisaran usia 21 hingga 30 tahun) diatas.

• Kisaran usia produktif 41 hingga 55 tahun,
1. Anda wajib untuk melanjutkan program asuransi kesehatan yang telah ada dengan proteksi rawat inap minimal pada kelas menengah, mengapa? Karena pada kisaran ini peluang anda sakit dan dirawat di rumah sakit adalah lebih besar jika dibandingkan dengan periode usia sebelumnya.

2. Besar investasi kesehatan pada reksa dana berada dalam kisaran Rp 1 juta hingga Rp 1,6 juta setiap bulannya. Peningkatan investasi cukup sebesar 7 persen setiap tahun, mengapa demikian? Karena kami berasumsi dana kesehatan sudah terbentuk pada periode sebelumnya.

3. Jika anda telah memiliki jaminan kesehatan dari perusahaan, maka pada periode usia ini anda boleh untuk membeli asuransi kesehatan tambahan, dengan catatan tanyakan pada perusahaan asuransi yang baru apakah klaim dapat terbayar 100 persen meskipun telah memiliki asuransi kesehatan yang lain.

4. Anda dapat mempertimbangkan untuk membeli asuransi penyakit kritis. Pada umumnya jenis asuransi ini dapat anda tempelkan atau tambahkan di asuransi jiwa. Berbicara asuransi jiwa anda juga dapat memilih produk yang memiliki terminal illness yakni sebuah program untuk uang pertanggungan yang akan dibayar ketika tertanggung mengalami sakit yang menurut medis peluang hidupnya tidak lebih dari 12 (dua belas) bulan. 

Dalam kondisi itu sebagian uang pertanggungan akan dibayarkan meski tertanggung masih hidup. Uang dari asuransi ini pun dapat digunakan untuk biaya kesehatan tentunya. Sebagai informasi diantara kedua jenis asuransi penyakit kritis dibandingkan dengan asuransiterminal illness, besar premi yang termurah umumnya ada diasuransi terminal illness.

Demikian pembaca, pada dasarnya kita mutlak untuk memilah produk asuransi kesehatan dan asuransi jiwa yang sesuai dengan usia kita agar kelak pada saat pensiun kita tetap memiliki dana kesehatan yang cukup besar karena pada usia tersebut justru dana kesehatan amat dibutuhkan. Jadi hindari over invest pada usia produktif dengan salah membeli asuransi kesehatan yang sesungguhnya tidak begitu diperlukan pada usia muda.